Gelang Sawan

"Mbak, gini lho logikanya, jika menggantungkan hidup mati hanya kepada Allah, pertanyaannya, apa cukup dengan berdoa saja jadi kenyang? Nggak kan? Kita harus ikhtiar dengan makan supaya tidak lapar. Masa' makan supaya tidak lapar termasuk syirik?"

Ini salah satu komentar tentang gelang sawan yang membuat tanganku gatal untuk membalas. 

Tentu saja makan supaya tidak lapar itu salah satu bentuk ikhtiar. Semua orang pasti setuju. 

Apa cukup  hanya dengan berdoa saja jadi kenyang? Tentu saja bisa. Jika imanmu benar, tauhidmu lurus. 

Hak mutlak Allah yang memberikanmu perasaan lapar maupun kenyang. 

"Ketika kita lapar, yang pertama harus  dilakukan adalah katakan kepada Allah, Ya Allah, aku lapar!"

Pernyataan ustadz Derry Sulaiman ini membuatku tersenyum, terkesan lucu, tapi akhirnya membuatku mengangguk mendengar penjelasan berikutnya. 

Jika kita kemudian makan untuk menghilangkan rasa lapar, tentu saja lumrah. Tapi bagaimana jika seseorang yang mengadu pada Allah itu ternyata tidak punya sedikitpun persediaan makanan? Dia cuma bisa berdoa dan kemudian membaca Alquran, berharap agar Allah menghilangkan rasa laparnya, apakah itu tidak bagian dari ikhtiar? 

Itulah sebabnya, ada orang yang bisa kenyang dengan makan sedikit saja, dan ada yang butuh berpiring-piring makanan supaya bisa menghilangkan rasa laparnya. 

Jika kita meyakini bahwa makananlah satu-satunya cara yang bisa menghilangkan rasa lapar, tentu saja jatuh kepada kesyirikan. Karena Allahlah yang sebenarnya membuat kita merasa kenyang. 

Nah, gelang sawan itu mungkin bagi sebagian orang termasuk ikhtiar, dengan memakainya bisa melindungi anak dari gangguan jin. Benarkah? 

Sesungguhnya hanya Allah yang bisa melindungi kita dari gangguan apapun. Allah yang mengizinkan segala kebaikan dan keburukan yang terjadi di kehidupan dengan tetap menyadari bahwa sesuatu yang baik menurutmu belum tentu baik menurutNya, begitupun sebaliknya. 

Jika meyakini bahwa gelang sawanlah yang melindungi, tentu kita sudah menjadi musyrik. Memakaikannya terus menerus ke pergelangan anak kita sebagai bentuk ikhtiar, perlahan tapi pasti, akan menggerus kepercayaan kita bahwa Dialah satu-satunya Sang Maha Pemberi Pertolongan. Aqidah kita akan rusak karena pada akhirnya kita hanya percaya bahwa gelang tersebut yang mampu menghilangkan sawan yang disebabkan oleh jin. 

"Ingatkan pada para peternak, susu itu datangnya dari Allah, bukan dari kambing. Laa ilaaha illallah." 
Beruntung sekali bisa mendengar kajian-kajian ustadz Derry. Masya Allah. Semua atas izin Allah. 


0 komentar:

Post a Comment