Keluasan Ilmu Berbanding Lurus dengan Gelar Akademik?

Jika kita seorang sarjana pendidikan bahasa Inggris, apakah sudah menjamin mampu mengajar dengan baik, dan pasti fasih berbicara bahasa Inggris? 
Belum tentu. 

Jika kita seorang ibu rumah tangga, bukan berarti tidak bisa berperan sebagai dokter yang tahu cara mencegah dan mengobati penyakit anak.

Di era milenial saat ini, sumber ilmu begitu mudah diperoleh, bisa dari media cetak; buku, majalah, koran, dan lain sebagainya. Kita juga bisa dengan mudah mengetik "cara mengobati penyakit campak menggunakan bahan alami" di laman google dan dalam hitungan detik, berbagai situs yang membahasnya akan terpampang jelas. 
Kita hanya perlu sedikit menyeleksi sumbernya, kredibel atau tidak. Usahakan yang bukan blog/laman gratisan. 

Ilmu pengetahuan itu luas, bisa didapat dari mana saja. Kita tidak harus mengenyam pendidikan farmasi hanya karena ingin mengetahui kandungan suatu obat. 

Adalah lumrah jika ilmu yang dimiliki seseorang berbanding lurus dengan gelar yang diperolehnya. Tetapi bodoh sekali jika kita menyepelekan keilmuan agama seseorang, misalnya, hanya karena tidak mengenyam pendidikan di universitas Islam negeri. Bisa jadi orang yang dibully habis-habisan itu mengikuti kajian agama rutin dan membaca literatur lebih banyak.

Buya Hamka pernah menulis, "Semakin luas ilmu seseorang, semakin sedikit ia menyalahkan orang lain." 

Sombong itu pakaian Allah, bukan makhluk. 
Paham sampai disini kan?  

0 komentar:

Post a Comment