Menikah Dengan Sekufu. Maksudnya?

Bismillah ...
Assalamu'alaikum, Sahabat!

Pagi ini saya mau bahas tentang masalah SEKUFU. Ada yang pernah dengar atau baca kalimat ini?


"Sebaiknya pilih pasangan itu yang sekufu."

Sekufu itu apa, sih?

Mungkin sebagian besar dari kita luput dari pengertian dan makna sekufu ini. Atau mungkin malah menyempitkan atau memperluas maknanya? :)

Secara sederhana, sekufu itu dimaknai kesetaraan. Jadi ketika kamu yang jomlo dinasehatin seperti kalimat di atas, mereka sebenarnya memberi wejangan tersebut  dengan maksud agar kamu mencari pasangan yang setara denganmu.

Nah, pertanyaan berikutnya adalah, "Setara dalam hal apa? Boleh tidak menolak lamaran pria miskin?"

Sebenarnya tidak ada yang mengharamkan kepada seorang perempuan untuk menolak pinangan lelaki tak berharta. Sah-sah saja. Apalagi banyak masalah perceraian itu mengerucut pada satu masalah, yaitu EKONOMI.

Namun, jika kamu menolak lelaki yang miskin, bisa saja setelah menikah denganmu, Allah mengangkat derajatnya dengan memberinya kecukupan harta sehingga bisa menafkahi keluarganya dengan baik.

Begitu juga jika kamu memilih menikah dengan orang kaya. Tidak selamanya dia berada dalam zona nyaman tersebut. Bagaimana jika setelah nikah, ia diuji dengan kemiskinan? Bisa jadi kamu dituduh sebagai pembawa sial. Naudzubillah.

Nah, jadi setara di sini maksudnya apa?

Setara dalam hal agama. Jika kamu dilamar dengan lelaki miskin tetapi sholeh, sebaiknya istikharah dulu. Siapa tahu dia memang jodoh terbaik yang dikirimkan Allah buat menemani sisa hidup kamu. #eaaak

Bagaimana jika yang datang itu lelaki kaya tetapi punya kelakuan minus? Terima atau tolak? Hayo, jujur???? hihihi

Kalau aku sih langsung ditolak. Alasannya? Rezeki bisa dijemput, tapi mengubah kelakuan? Butuh banyak waktu. Nggak cuma sehari dua hari.

Terus ada yang terima nih dengan dalih, "Ntar aku ajarin ilmu agama biar jadi sholeh."

Yakin bisa? Kamu perempuan, lho!

Suami itu bagaimanapun tetap Qowwam, pemimpin bagi istri. Jangan dibalik, ya!

Tetapi aku cuma warning, lho! Siapa tahu di kehidupan nyata ada yang bisa melakukannya. Aku cuma mau bilang, "You are so strong, Sistaaaah!"

Intinya apa? Sekufu itu yaitu kamu paham agama, calon kamu juga. Kalau bisa lebih 'alim dari kamu.

Terus, kalau ada pria yang sholeh, ganteng, dan kaya raya datang melamar?

Cus, ah! Langsung ajak ke pelaminan besok lusa. Kalau perlu hari itu juga. Wkwkwkwkwk.
Hati manusia mudah berbolak-balik, Sis! Sedetik kemudian saat dengar berita tentang seorang perempuan yang lebih sholeh, cantik, dan kaya dari kamu, bukan nggak mungkin dia segera berpaling. Huaaaaaa ...

Saran saya buat Kakak yang masih jomlo, daripada ngarepin lelaki kaya datang melamar, mending mapankan diri aja. Bangun bisnis selagi masih sendiri. Kalau bisa yang bisa dikerjakan di rumah sambil momong anak. Untuk jangka panjang kelangsungan bisnis Kakak nanti.

Atau untuk Kakak yang suka nulis, terus gali ilmu menulis, praktek terus! Sampai ahli! Minimal tulisan Kakak bisa menghasilkan uang.

Terus gali potensi diri. Jadikan passion sebagai keran atau pipa penghasilan. Usahakan keterampilan yang bisa dikerjakan di rumah.

Semoga tercerahkan ya, Kak. Aamiin

17 comments:

  1. Setuju banget! Kalo mengubah kelakuan orang itu susah. Apalagi cewek. Mana ada sih laki2 yg mau nurut sama wanita setelah nikah? Kan kepala keluarga tetep pria.

    ReplyDelete
  2. Pengalaman menikah dua kali kata sekufu dan bibit bebet bobot nggak terpakai tapi justru disitulah dakwah dan ibadahnya mbak

    ReplyDelete
  3. Saya sering mendengarkan kajian dari Ust. Syafik riza basalamah, yg dengan gamblang menerangkan cara memilih pasangan hudup, beliau juga menjelaskan harus Sekufu maksudnya cari yg ada ke samaan, misalnya dalam Pendidikan, Keadaan sosial, pekerjaan, suku dll. Agar dalam mengarungi bahtera rumah tangga itu mudah, nggak terlalu banyak perbedaan :)

    ReplyDelete
  4. Pesan terbaik buat para jomblo ya, mba. Perbaiki diri dari sekarang agar kelak nanti yang datang adalah jodoh terbaik yang sekufu.

    ReplyDelete
  5. Baru denger kata sekufu, iya sih lebih baik pilih laki yang baik sifatnya, semoga aja yang belum menikah mendapat laki yang baik akhlaknya dan rezekinya juga bagus hheee

    ReplyDelete
  6. Makanya aku cari calon suami yang minimal setara ilmu agamanya, lebih alim ya alhamdulillah... Karena aku juga penganut "suami itu adalah Qowwam, pemimpin bagi istri". Kalo sang suami nggak paham ilmu agama, nggak punya wawasan, minim pengetahuan dan mindset, ya dadah babai...

    ReplyDelete
  7. Pernah dengar nasihat seperti itu. Dan benar sih. Biar enggak banyak perdebatan dalam prakteknya nanti. Dia maksudnya begini kita nangkapnya begini. Jadi ribut deh... hehehehe

    ReplyDelete
  8. Iya saya juga belum ngeh benar dengan istilah sekufu. Jadi itu maksudnya ya. Saya sepakat mba, rejeki bisa dijemput. Yang dicari kualitas pasangannya

    ReplyDelete
  9. Menikah dan pernikahan itu masih tetap rahasia Ilahi kalau buat saya. Ketika diawal perjalanan sudah memilih jodoh yang kita rasa sekufu, tak dinyana dalam perjalanan kehidupan banyak faktor yang mengubahnya...

    Ibadah yang tadinya sama-sama rajin, tiba-tiba salah satu menurun, ekonomi yang tadinya sama-sama kuat/mapan, kemudian salah satu atau bahwa keduanya drop... Kelakuan eh maaf akhlak yang mula-mula terpuji dan menjadi pertimbangan memilih jodoh, seiring waktu entah karena pergaulan atau faktor lain setelah jadi suami akhlaknya jadi kurang terpuji. Banyak sekali cerita dinamika rumah tangga yang kompleks seperti itu.

    Yang diharapkan jika keduanya sama-sama berikhtiar selalu belajar menjadi lebih baik dan saling memahami. Tak lepas dari doa dan takdir Allah..
    Ini pendapat saya pribadi yang fakir ilmu, maaf jika kurang berkenan ya kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, kak. saya paham banget. banyak faktor memang. :)

      Delete
  10. Pernah dengar soal sekufu ini. Intinya ya Tetep berdoa mendapatkan apa yang sudah menjadi pilihan dari Allah Swt. Soalnya daku pun sedang berusaha demikian sih, hihi.

    ReplyDelete
  11. iya mba betul, aku juga sepemahaman kalo soal menikah itu ya harus satu kufu, agar dalam perjalanan pernikahan bisa meminimalisir perbedaan terutama dalam beribadah

    ReplyDelete
  12. Nah, iya, kalau kelakuan minus susah ngubahnya, kalau keadaan masih kurang siapatahu setelah nikah bisa lebih baik lagi perekonomiannya. Setara di sini Dalam hal akidah sepertinya, ya, Mbak

    ReplyDelete
  13. Terus menggali ilmu untuk menjadi insan yang lebih baik lagi ya Mbak.
    Alhamdulillah dengan menulis jadi makin banyak mendapatkan inspirasi dan tambah saudara baru.

    ReplyDelete
  14. Yuhuuu, masalah kufu ini memang penting banget ya mba saat memilih pasangan. Karena, menikah untuk prosesnya panjang, jadi perlu diawali dengan kecocokan kufu terlebih dahulu, khususnya dalam hal aqidah.

    ReplyDelete
  15. Sekufu dalam visi dan misi juga harus. Kalau pun shalih, tapi tidak sama pemikiran, ke depannya bisa miskomunikasi juga. Bisa bikin konflik.

    ReplyDelete
  16. Sepakat mbak.. bagi kita seorang wanita harus lebih mengutamakan mencari pasangan yang sekufu dalam hal agama atau lebih bagus dari kita lebih baik. Karena nanti suami adalah nahkoda dalam kehidupan kita, jangan sampai nahkoda dalam biduk rumahtangga.

    ReplyDelete