Sepiring Kurma; Naskah Terbaik dalam Buku Antologi Ghibah

Bismillah ...

Assalamu'alaikum!

Sudah dua hari belum posting artikel. #haish

Konsisten itu berat, sodara-sodara ... hehehe

Kali ini aku mau cerita dikit tentang cerpen Sepiring Kurma yang dinobatkan sebagai naskah terbaik dalam event buku antologi Ghibah penerbit Rumah Media (Rumedia).


Buku Ghibah merupakan antologi keempat yang kuikuti. Awalnya, aku ikut karena lagi senang-senangnya nulis.

Nah, di tiga buku sebelumnya, aku masih nol dalam teknik menulis. Modalnya cuma paham sedikit PUEBI aja. hahaha

Ketika di Ghibah, aku udah terapkan kiat-kiat menulis yang kubaca dari buku ayah Isa Alamsyah, 101 Dosa Penulis Pemula, Rahasia di Balik Cerpen Emak Naik Haji, dan Cara Mudah Menulis Novel.


H-3 menjelang deadline, aku kirim WhatsApp ke PJ event Nubar. Isinya pengunduran diri. Hihihi. Ntah apa yang merasukiku, yang pasti virus kemalasan mendominasi.

Kakak PJ yang baik hati malah menawarkan perpanjangan DL khusus untuk aku. Bahasanya sih, gitu! hihihi.

Akhirnya aku cari deh materi ghibah di Youtube. Waktu itu sempat baca-baca artikel untuk riset, tapi kok ya mumet. hehehe

Akhirnya ketemu satu ceramah yang judulnya itu buat aku pengen nonton. Ternyata isinya itu pengetahuan baru buat aku pribadi. Ntah kalau Mas Anang? :P

Akhirnya aku catat poin penting dari isi ceramah. Bolak-balik play pause karena gaya bicara si ustadz yang cenderung cepat.

Nah, ketika mulai menulis, ada isi ceramah yang pengen banget aku tahu keshahihannya. Semacam kisah orang 'alim zaman dahulu. Aku pengen tahu teks dan konteks aslinya itu seperti apa.

Akhirnya aku browsing, doooog!

Tahu nggak? Aku nemu satu referensi yang memuat transkrip isi ceramah yang aku capek-capek catat tadi. Lengkap dari si ustadz ngucap salam sampai wassalam. Ya Allah ... Ngenes! hehehe

Setelah nemu beberapa referensi akhirnya aku mulai nulis. Karena isinya terkait kisah nyata pribadi dan diberi bumbu sedikit biar bisa dinikmati, aku cuma butuh waktu 1-2 jam menyelesaikan naskah tersebut. Cuma tiga halaman, sih! Pikirku, yang penting selesai. Nggak mikir biar bisa jadi juara.

Aku endapkan naskahnya sehari, kemudian kubaca ulang dan edit. Akhirnya aku kirim deh!

Selesai!

Buku ini juga lamaaa banget selesainya, kurang lebih satu tahun karena memang antrian event nubar yang banyak banget.

Allah Maha Baik. Di saat kesedihan bertubi-tubi menimpa diri, Ia hadirkan berita baik ini. Naskah Sepiring Kurma menjadi naskah terbaik. Walaupun peserta event di buku tersebut hanya 15 orang, tetapi ada kebanggaan tersendiri di hati.

Eh, ternyata aku bisa!

Setelah bukunya sampai, aku baca perlahan. Apa sih yang membuat naskah ini lebih baik dari yang lain?

Dan aku menduga jika IDE yang berbeda, IDE yang TIDAK BIASA menjadi penyebabnya.

Jadi, jangan malas untuk mendapatkan ide dan menggalinya, Teman-teman.

Tulisan itu yang mahal idenya. Jadi, temukan cara untuk mendapatkan IDE LUAR BIASA!

Jangan lupa CATAT IDE tersebut saat ia tiba-tiba muncul. Gunakan alat apa saja yang ada di sekitar saat itu. Jangan sampai IDE tersebut hilang.

Itu dulu ya, Teman-teman ...

Semoga tulisan ini memberi manfaat bagi kita semua.

Aamiin




0 komentar:

Post a Comment